Apa kabar dunia... jangan ketipu sama gambarnya.. sebenarnya dia nggak bisa main gitar (paling genjrang genjreng gak jelas..).
Namanya adalah Hendra Dwi Hadmanto, mahasiswa Fasilkom 2004.. Hobynya gangguin orang, kadang2 suka nggak jelas apa maunya. Kalo menurut gw sih orang gak bakal heran kalo tau dia nggak punya pacar.. Abisnya dia nggak ada romantis2nya sedikitpun, paling cuma gombal2 kaya buaya darat.
Temen2nya sering ngeledek gara2 nggak bisa jaga gawang. Ada yang bilang nggak bakat, nggak ada respon, gak ganteng(loh.. malah nggak nyambung..) Tapi kenapa masih dijadiin kiper..? dasar team yang BODOH..
Huwaaa.. dah lama banget gak nulis blog.. jadi kangen lagi buat nulis.. uuum.. nulis apa ya?? ah ini aja deh..
Jadi teringet sama kotbah jumat di Masjid UI (gw lupa tanggal berapa) ada cerita menarik yang kurang lebih sebagai berikut (kalo ternyata beda mohon dimaafkan dan dibenarkan ya..) :
Pada suatu ketika ada dua syetan bertemu yang satunya adalah Setan yang mengikuti orang kafir dan yang satunya adalah setan yang mengikuti orang mukmin. Setan yang mengikuti orang kafir bertubuh gemuk, rambutnya rapi, pakaiannya rapi dan berkelas, serta badannya bersih (gw lupa ada bagian wanginya apa enggak) sedangkan setan yang mengikuti orang mukmin badannya kurus, rambutnya berantakan, pakaiannya compang camping, badan nya kumal penuh debu. Kemudian setan yang mengikuti orang kafir bertanya.
"Wahai temanku kenapa penampilanmu seperti itu? kurus dan pakaian mu kumal. "
Kemudian setan yang mengkuti orang mukmin menjawab.
"Bagaimana tidak.. Orang yang kuikuti tidak pernah mau berbagi rahmatnya dengan ku. Apabila dia Makan dia menyebut nama Allah sehingga aku kelaparan, apabila dia minum dia menyebut nama Allah sehingga aku kehausan, apabila dia membersihkan diri dia menyebut nama Allah sehingga aku kotor dan kumal, apabila dia mengenakan pakaian dia menyebut nama Allah sehingga penampilanku compang camping"
Kemudian setan yang mengikuti orang kafir berkata.
"Kasihan sekali dirimu temanku. Orang yang kuikuti tak pernah menyebut nama Allah apabila makan dan minum sehingga aku gemuk dan sehat, tidak menyebut nama Allah saat membersihkan diri dan mengenakan pakaian yang bagus sehingga aku bersih, rapi dan penampilanku bagus."
*End of the story.. kalo mau tau lanjutannya tanya aja sama ustadnya*
So kadang ini adalah hal2 kecil yang terlupakan. Penulis sendiri terkadang suka lupa menyebut nama Allah dalam setiap aktivitas, dan hal ini bisa mengurangi berkah yang diberikan Allah untuk kita. So mulai dari sekarang mari kita biasakan untuk menyebut nama Allah dalam setiap aktivitas kita, di saat makan, minum, mandi, mengenakan pakaian, bercermin, dan lain2. Insya Allah, Allah akan selalu melimpahkan rahmatNya untuk kita semua Amin..